Penyaluran bantuan untuk 35 lembaga di Sumatera Barat
Penyaluran Donasi Program Guru Bantu Guru – Provinsi Sumatera Barat
Periode Pelaksanaan: 18–22 Januari 2026
Penyaluran donasi Program Guru Bantu Guru di Provinsi Sumatera Barat merupakan bagian dari gerakan solidaritas pendidik untuk mendukung pemulihan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah terdampak bencana. Bencana yang terjadi berdampak pada sarana prasarana PAUD, ketersediaan alat belajar, serta kondisi psikososial anak usia dini dan pendidik.
Sebagai respon nyata terhadap kondisi tersebut, kegiatan penyaluran donasi dan dukungan psikososial dilaksanakan agar layanan PAUD dapat kembali berjalan secara bertahap, aman, serta mendukung proses pembelajaran yang bermakna bagi anak.
Tujuan Kegiatan
- Mendukung pemulihan layanan PAUD pascabencana di Sumatera Barat
- Membantu guru PAUD memenuhi kebutuhan dasar pembelajaran
- Menyediakan perlengkapan belajar untuk mendukung kegiatan bermain anak
- Memberikan dukungan psikososial bagi anak usia dini terdampak bencana
- Menguatkan peran guru dan lingkungan belajar dalam proses pemulihan anak
Bentuk dan Jenis Donasi
- Alat Tulis Kantor (ATK) untuk mendukung administrasi dan kegiatan belajar
- Alat Permainan Edukatif (APE) untuk stimulasi perkembangan anak usia dini
- Karpet atau alas bermain sebagai pengganti sarana belajar yang rusak
- Bantuan dana tunai untuk kebutuhan paling mendesak pascabencana
Wilayah Sasaran
Kegiatan penyaluran donasi dilaksanakan di beberapa wilayah di Provinsi Sumatera Barat, meliputi Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Solok.
Sasaran dan Penerima Manfaat
- 35 satuan PAUD menerima bantuan donasi
- Guru PAUD sebagai penerima manfaat langsung kegiatan
- 230 anak usia dini mengikuti kegiatan dukungan psikososial
Hasil dan Dampak Kegiatan
Berdasarkan pelaksanaan kegiatan di lapangan, bantuan ATK, APE, karpet, serta bantuan dana tunai telah disalurkan kepada seluruh sasaran. Guru PAUD menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat membantu proses pemulihan pembelajaran, sementara anak-anak menunjukkan keterlibatan positif selama kegiatan psikososial.
Kegiatan ini juga memperkuat komunikasi dan kepercayaan antara tim pelaksana dan pendidik setempat. Seluruh proses penyaluran dan pendampingan terdokumentasi sebagai bagian dari komitmen transparansi Program Guru Bantu Guru serta menjadi dasar tindak lanjut program ke depan.